Pengembangan Peta Rencana Kontijensi Bencana Gunung Api

Abdul Basyid

Abstract


ABSTRAK

Indeks Risiko Bencana Alam (Natural Disaster Risk Index/NORI) meletakkan Indonesia pada tingkat ekstrem. Indeks ini diukur dengan menganalisis dampak bencana terhadap manusia, jumlah kematian per bencana dan per sejuta populasi, serta frekuensi bencana selama 30 tahun terakhir. Salah satu dari bencana yang ada di Indonesia adalah bencana gunungapi. Saat ini terdapat 129 gunung berapi yang masih aktif dan 500 tidak aktif di Indonesia. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana letusan gunungapi dan untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah, perlu dilakukan penyusunan rencana kontijensi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sesuai dengan ancaman yang dihadapi.. Rencana kontijensi merupakan suatu rencana yang dibuat pada tahapan prabencana dan dilakukan pada kondisi normal atau potensi terjadinya suatu bencana. Untuk membuat rencana kontijensi yang baik, diperlukan beragam peta sebagai alat visualisasi spasial dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan peta rencana kontijensi bencana gunungapi dengan studi kasus Gunung Lokon yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Data yang digunakan terdiri atas citra Landsat, peta rupabumi Indonesia (RBI), peta Kawasan Rawan Bencana (KRB), dan data-data nonspasial yang meliputi data kepadatan penduduk serta data sosial ekonomi. Penelitian ini telah menghasilkan peta rencana kontijensi bencana gunungapi untuk Gunung Lokon, yang terdiri atas peta kerentanan fisik dan ekonomi, peta kerentanan sosial, peta kawasan rawan bencana, dan peta kawasan risiko bencana.

Kata Kunci: Bencana gunungapi, Gunung Lokon, rencana kontijensi, peta rencana kontijensi.

 

ABSTRACT

Natural Disaster Risk Index (NORI) puts Indonesia in the extreme level. This index is measured by analyzing the impact of disasters on humans, the number of deaths per disaster and per-million population, and the frequency of disasters over the last 30 years. One of disasters in Indonesia is volcanic disaster. Currently there are 129 active and 500 inactive volcanoes in Indonesia. To anticipate the possibility of a volcanic eruption and to enhance regional preparedness, contingency planning needs to be done at the provincial and district level, according to the threats faced by them. Contingency plan is a plan that made in predisaster stage and performed in normal conditions or the possible occurrence of a disaster. To make a good contingency plan, several maps are required as spatial visualization tools in decision making process. This study aim to develop contigency plan maps of volcanoes disaster with Mount Lokon as a case study. Mount Lokon is one of the active volcanoes located in North Sulawesi Province. The data used in the study consists of spatial and nonspatial data. The spatial data includes Landsat image data, topographic map, and disaster risk area map, while the nonspatial data includes population density and socio-economic data.

Keywords:Volcanic disaster, Mount Lokon, contingency plan, Contingency plan map.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright LPPM ITENAS